KULTUM AKU

 

Selamat pagi/siang dan semangat pagi teman-teman semua!

Sebelum kita masuk ke materi yang berat-berat sampai bikin mengantuk, dengerin pantun pembuka dari saya dulu ya:

Pergi ke pasar membeli duku,
Jangan lupa membeli blewah.
Selamat pagi teman-temanku,
Mari bersyukur atas nikmat Allah.

Teman-teman SMA yang insyaAllah masa depannya cerah (dan nggak suram karena kebanyakan scrolling medsos), tahu nggak apa tantangan terbesar remaja zaman sekarang? Tantangannya bukan lagi perang angkat senjata, tapi perang melawan rasa malas buat belajar.

Jujur aja, sekarang mau belajar itu susaaah banget. Godaannya luar biasa. Baru buka buku lima menit, notifikasi WhatsApp masuk. Baru mau ngerjain tugas, tergoda buka TikTok biar nggak ketinggalan tren FYP terbaru. Alhasil, niat belajar yang tadinya membara, langsung padam digantikan rebahan berjam-jam sampai encok di usia muda.

Inti: Menolak Ghosting Nikmat Belajar

Nah, sadar nggak sih kalau kemudahan teknologi dan kesehatan yang kita punya sekarang itu adalah nikmat besar dari Allah? Tapi sayangnya, sering kita sia-siakan atau istilah kerennya kita meng-ghosting nikmat Allah. Dikasih otak pintar dan fisik sehat, tapi cuma dipakai buat push rank sampai subuh atau galauin mantan.

Padahal, Allah SWT sudah memberikan peringatan sekaligus janji manis di dalam Al-Qur'an, Surah Ibrahim ayat 7:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Artinya: "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.'"

Gimana cara bersyukur sebagai pelajar di era digital ini? Ya dengan cara memanfaatkan waktu dan fasilitas yang ada buat menimba ilmu, bukan malah buat malas-malasan.

Coba bayangkan, zaman dulu orang kalau mau cari ilmu harus jalan kaki berkilo-kilo meter, pinjam buku sana-sini. Sekarang? Mau tahu rumus matematika tinggal tanya Google atau AI. Mau belajar sejarah tinggal nonton YouTube. Fasilitas udah se-estetik dan selengkap ini, masa kita masih malas? Itu namanya kita kufur nikmat, alias nggak tahu terima kasih sama yang ngasih fasilitas hidup.

Yuk, ubah mindset kita. Bersyukur itu bukan cuma bilang Alhamdulillah pas dapet uang jajan. Tapi bersyukur itu adalah ketika punya kuota internet, dipakainya buat nonton video edukasi, bukan cuma buat nonton video orang joget-joget. Ketika punya tubuh sehat, dipakai buat bangun pagi demi sekolah, bukan malah pura-pura sakit perut biar bisa bolos jam pelajaran pertama.

Penutup: Saatnya Bangkit dari Rebahan

Kesimpulannya, remaja yang keren di era sekarang bukan yang followers-nya jutaan tapi nilainya jeblok. Remaja yang keren adalah mereka yang bisa memanfaatkan teknologi buat mempermudah jalannya menuntut ilmu sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Berhentilah jadi generasi rebahan, mari jadi generasi yang berkarya dan beriman.

Sebagai penutup, ada pantun terakhir dari saya:

Kain sutra kain beludru,
Disimpan rapat di dalam peti.
Terima kasih teman dan guru,
Semoga ceramah ini melekat di hati.

Wabillahi taufiq wal hidayah, wasalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PANDUAN BELAJAR AA IPA/IPS KELAS XI GENAP 2026

BAB 1 KELAS XI SEJARAH ILMU KALAM SMT 1

PANDUAN BELAJAR AA KELAS X GENAP 2026